Pages

Sunday, January 27, 2013

KUALITAS FISIK DAN KIMIA AIR PAM DI JAKARTA, BOGOR, TANGERANG, BEKASI TAHUN 1999 – 2001

ARTIKEL
KUALITAS FISIK DAN KIMIA AIR PAM DI JAKARTA, BOGOR, TANGERANG, BEKASI
TAHUN 1999 – 2001
Mariana Raini, Ani Isnawati, Kurniati *
Abstract
Drinking water quality of PAM in Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi between the year of 1999 – 2001 has been studied. Water quality was determined by a series of physical and chemical test at Chemical Laboratory Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional as stated in Permenkes no.416/Menkes/Per/IX/1990 on condition and water quality control including smell, color, turbidity, contents of manganese, iron, nitrite, sulphate, organic subtance, turbidity, hardness and pH.
Total sampling was done on all drinking water samples from DKI Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi delivered to be tested at Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional between 1999-2001 and destilled water as control.
Result of the study from 431 drinking water samples shows that samples that met the requirements as drinking water is 91,65% and 8,35% sub standard, most of the the sub standard drinking water is cause by the contents of manganese (4,41%), iron (2,09%), organic subtance (1,62%), chloride (0,93%) and high water hardness (0,23%) as well as pH (3,15%), turbidity (1,86%) and colors (1,62%)
Statistically, the water quality of PAM in Jakarta, Bogor, Tangerang and Bekasi at 1999, 2000 and 2001 is not different.
Key word : water quality of PAM, drinking water, physical test, chemical test.
A Pendahu ir merupakan sumber daya alam yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan sehari-hari, termasuk kegiatan pertanian, perikanan, peternakan, industri, pertambangan, rekreasi, olah raga dan sebagainya.
luan
Dewasa ini, masalah utama sumber daya air meliputi kuantitas air yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan manusia yang terus meningkat dan kualitas air untuk keperluan domestik terus menurun khususnya untuk air minum. Hal ini terutama disebabkan karena kerusakan lingkungan. Mulai dari perambahan hutan, pengalihan fungsi lahan hijau yang merupakan daerah tangkapan air dan lahan pertanian menjadi pemukiman, kegiatan industri dan kegiatan lain yang berdampak negatif terhadap sumber daya air, antara lain menyebabkan penurunan kualitas air. 1,2
* Puslitbang Farmasi, Badan Litbangkes
Penurunan kualitas air tanah ini menyebabkan banyak masyarakat terutama di Jabotabek yang beralih menggunakan air PAM untuk minum maupun keperluan lainnya. Meskipun demikian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) masih belum mampu melayani kebutuhan air bersih untuk seluruh masyarakat. Sebagai contoh di daerah Tangerang PDAM baru dapat melayani 21,92 % penduduk. 3
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam penyediaan air bersih mempunyai misi 3 K yaitu : 1) cukup tersedia dalam jumlah/kuantitas, 2) dan memenuhi syarat dalam kualitas, 3) serta terjamin kontinuitasnya. Sejauh ini masih dirasakan bahwa sebagian besar PDAM belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih kepada masyarakat baik ditinjau dari aspek kuantitas terutama distribusi air pada saat pemakaian bersamaan (jam puncak) maupun kualitas air yang didistribusikan, masih sering ditemukan kualitas yang tidak memenuhi syarat kualitas yang telah
14 Media Litbang Kesehatan Volume XIV Nomor 3 Tahun 2004
ditetapkan Departemen Kesehatan/WHO ditinjau dari aspek fisika maupun kimiawi apalagi ditinjau dari aspek bakteriologis. 4
Air baku sebagai sumber air yang diguna-kan PAM terdiri dari air tanah dalam, mata air, dan sungai. Air tanah dalam dan mata air biasanya berkualitas baik dan hanya memerlukan pengola-han sederhana untuk dapat digunakan sebagai air minum yang memenuhi syarat, sedangkan air permukaan biasanya memerlukan pengolahan lengkap agar dapat mencapai standar fisika, kimia maupun bakteriologis dari air minum. 5,6
Kualitas air permukaan juga bergantung pada topografi tempat sumber berada dan musim. Di daerah perbukitan kapur seperti Gunung Kidul ditemukan kesadahan tinggi, di daerah pantai seperti Pekalongan selain kesadahan tinggi juga ditemukan kandungan garam yang tinggi, sedang-kan di daerah pasang surut dan daerah rawa yang dikenal sebagai daerah gambut ditemukan tanah lempung organik yang mengandung zat besi alu-minium sulfat. Di daerah hutan tertentu, air ber-warna dengan lumpur sedikit, sedangkan daerah dataran rendah air banyak lumpurnya. Pada mu-sim hujan biasanya air lebih banyak lumpur tetapi lebih sedikit kandungan senyawa kimia pencemar dibandingkan dengan musim kemarau. 1,7
Sumber air baku yang digunakan oleh PAM DKI saat ini berasal dari sungai antara lain sungai Ciliwung, Krukut, Pesanggrahan, Saluran Sekunder Bekasi Tengah serta Banjir Kanal 2. Sedangkan sumber air baku PAM Depok berasal dari sungai Ciliwung dan mata air Ciburial, Tangerang berasal dari sungai Cisadane dan sumur pompa yang berasal dari tanah dalam, Bekasi berasal dari waduk Jatiluhur yang dialirkan melalui Sungai Kalimalang.
Di Indonesia sebagai akibat penggunaan air minum yang tidak memenuhi syarat kesehatan, tiap tahun diperkirakan lebih dari 3,5 juta anak di bawah usia tiga tahun terserang penyakit saluran pencernaan dan diare dengan jumlah kematian 3% atau 105.000 jiwa.2 Adanya senyawa kimia berbahaya yang terlarut dalam air dapat berakibat fatal jika kadarnya sangat berlebih atau bila hanya sedikit berlebih pada penggunaan jangka panjang mungkin tertimbun dan menimbulkan efek merugikan kesehatan. Konsumsi nitrit secara berlebihan dapat mengakibatkan: - terganggunya proses pengikatan oksigen oleh hemoglobin darah sehingga menimbulkan methhaemoglobinaema terutama pada bayi (bayi biru), - gangguan pada saluran pencernaan seperti diare, konvulsi, syok, koma sampai meninggal. Mineral besi dapat menimbulkan warna kuning pada air, memberi rasa tidak enak pada minuman, pertumbuhan bakteri besi dan kekeruhan, keracunan kronis mangan dapat memberi gejala gangguan susunan syaraf : insomnia, kemudian lemah pada kaki, otot muka seperti beku sehingga tampak seperti topeng, bila terpapar terus akan terjadi gangguan dalam bicara, monoton, hiper refleksi, clonus pada platella dan tumit, berjalan seperti penderita Parkinsonism. Sulfat dalam jumlah besar dapat bereaksi dengan natrium dan magnesium sehingga dapat menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan. PH air yang lebih kecil dari 6,5 menimbulkan rasa tidak enak dan dapat dapat menyebabkan beberapa bahan kimia menjadi racun yang mengganggu kesehatan, pH tinggi dapat mengganggu pencernaan. 6,7,8
Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, perlu dilaksanakan pengawasan kualitas air minum yang dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga masyarakat terhindar dari gangguan kesehatan yang tidak diinginkan. Standar kualitas air minum di Indonesia telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air 9 dan diperbaharui dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum.10 Penelitian ini masih menggunakan Permenkes nomor 416 tetapi batasan kadar bahan kimia pada air minum dalam peraturan tersebut sama dengan Permenkes nomor 907. Dalam peraturan tersebut air minum harus memenuhi persyaratan kesehatan. Syarat kesehatan yang dimaksud meliputi persyaratan bakteriologis, kimia, radio aktif dan fisik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas fisik dan kimia air PAM DKI – Jakarta, Bogor (Depok), Tangerang dan Bekasi. Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan fisik dan kimia air PAM dari wilayah DKI Jakarta, Bogor (Depok), Tangerang dan Bekasi yang diajukan masyarakat untuk diperiksa di laboratorium Kimia Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional tahun 1999 – 2001.
Bahan dan Cara
Penelitian ini merupakan evaluasi terhadap hasil pemeriksaan sampel air PAM yang diajukan masyarakat untuk diperiksa di laboratorium Kimia
Media Litbang Kesehatan Volume XIV Nomor 3 Tahun 2004 15
Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional tahun 1999–2001. Pemeriksaan dilakukan menurut Peraturan Menteri Kesehatan no. 416/Menkes/Per/IX/1990. Akan tetapi karena keterbatasan alat, maka Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional tidak melakukan semua pemeriksaan kimia seperti yang tercantum dalam Permenkes tersebut. Pemeriksaan fisik meliputi bau, warna (pemeriksaan organoleptik) dan kekeruhan (turbidimetri). Pemeriksaan kimia yang dilakukan adalah pemeriksaan kandungan sulfat secara turbidimetri, besi, mangan, nitrit secara kolorimetri menggunakan tabung Nessler, kesadahan, klorida dan zat organik secara tittrasi serta pengukuran pH dengan pH meter. Pernyataan memenuhi syarat air minum dan tidak memenuhi syarat air minum yang dimaksud disini meliputi kandungan-kandungan kimia dalam air yang diukur sesuai dengan batasan yang diberikan oleh Permenkes tersebut.
Pengambilan sampel dilakukan secara sensus dari semua sampel air PAM yang diajukan oleh masyarakat pada Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi dan Obat Tradisional untuk diperiksa kualitas fisik dan kimianya.
Selama tahun 1999 – 2001, jumlah sampel air PAM terbanyak berasal dari wilayah Jakarta Utara (52,67%), kemudian diikuti oleh wilayah Bekasi (18,33%). Jakarta Utara merupakan daerah dekat pantai sehingga pada umumnya penduduk menggunakan air PAM untuk air minum maupun keperluan rumah tangga.
Hasil pemeriksaan fisik dan kimia sampel air PAM dapat diketahui pada tabel 2.
Hasil dan Pembahasan
Jumlah sampel air PAM dari wilayah DKI Jakarta, Bogor (semuanya dari Depok), Tangerang dan Bekasi dalam tahun 1999 – 2001 sebanyak 431 sampel.
Jumlah asal sampel air yang diajukan masyarakat untuk diperiksakan di Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi dalam tahun 1999-2000 dapat diketahui pada tabel 1.
Dari hasil pemeriksaan fisik dan kimia, air PAM yang tidak memenuhi syarat air minum paling banyak disebabkan karena kadar mangan (4,41%), kemudian diikuti dengan kadar besi (2,09%) dan kekeruhan (1,86%).
Salah satu kondisi geologis yang mempengaruhi kualitas air secara kimia adalah adanya unsur besi dan mangan yang berlebihan dalam lapisan tanah tempat sumber air berada.Air hujan yang meresap ke dalam tanah pada saat melewati lapisan humus, kandungan oksigen di dalamnya dikonsumsi oleh bakteri-bakteri penghancur bahan organik menjadi humus. Proses respirasi mikroorganisme dan mineralisasi bahan oranik menghasilkan CO2. Semakin dalam tanah yang dilalui air, kandungan CO2 semakin tinggi, sebaliknya kandungan O2 pada air tanah anaerobik menjadi nol. Kondisi ini akan menaikkan kelarutan Fe 2+ dan Mn 2+ dalam air tanah sehing-ga mengakibatkan meningkatnya kandungan besi dan mangan dalam air. 7 Air dapat mengalir dari suatu saluran air bawah tanah (akifer) ke sungai atau sebaliknya bergantung dari perbandingan relatif tinggi permukaan air bawah tanah dan sungai. Jika tinggi permukaan air sungai (water level) lebih rendah maka air akan mengalir ke sungai dan sebaliknya, sehingga sungai sebagai air baku PAM mungkin mengandung kadar mineral yang tinggi. Kadar besi pada perairan alami berkisar antara 0,05-0,2 mg/l, pada air tanah dalam dengan kadar oksigen rendah dapat mencapai 100 mg/l, mangan pada perairan air tawar bervariasi antara 0,002 mg/l hingga lebih dari 4,0 mg/l. 7
Hasil pemeriksaan fisik dan kimia dari sampel air PAM menurut wilayah dapat diketahui pada tabel 3. Dari tabel 3 diketahui bahwa Jakarta Utara merupakan wilayah yang paling banyak jumlah sampelnya yaitu 227 sampel (52,67%), tapi juga menunjukkan paling banyak sampel yang tidak memenhi syarat air minum (5,10%) diikuti oleh Jakarta Pusat (1,16%).
Hasil pemeriksaan air PAM berdasarkan tahun pemeriksaan dapat diketahui pada tabel 4.
Secara umum sampel air PAM yang diperiksa di Laboratorium Kimia Puslitbang Farmasi pada tahun 1999-2001 berkualitas baik, dengan rata-rata 91,65%. Persentasi kualitas air PAM yang tertinggi pada tahun 1999 (93,08%) sedikit menurun pada tahun 2000 dan tahun 2001. Meskipun demikian penurunan kualitas air PAM pada tahun 1999, 2000 dan 2001 secara statistik tidak bermakna (P=0,173). Sehingga persentasi kualitas air PAM DKI dari tahun 1999 hingga tahun 2001 mempunyai kecenderungan sama.
16 Media Litbang Kesehatan Volume XIV Nomor 3 Tahun 2004
Persentasi kualitas air PAM khususnya DKI, semakin baik jika dibandingkan dengan kualitas air PAM DKI pada tahun 1991-1992.2 Kualitas air PAM DKI pada tahun 1991-1992 yang memenuhi syarat air minum adalah 75,6% dan yang tidak memenuhi syarat adalah 24,4%. Air PAM yang tidak memenuhi syarat tersebut umumnya disebabkan oleh kekeruhan (8,9%), mangan (8,9%), besi (6,7%) dan nitrit (6,7%). Penyebab penurunan kualitas ini hampir sama dengan air PAM Jabotabek pada tahun 2000-2001, hanya persentasinya mengalami penurunan yaitu mangan (4,41%), besi (2,09%) dan kekeruhan (1,86%), sedangkan untuk nitrit mengalami perbaikan yaitu nol. Peningkatan kualitas ini mungkin disebabkan karena adanya perbaikan dari PDAM dalam mengolah air baku. PDAM telah melakukan beberapa proses pengendapan, penggumpalan dan penyaringan
Tabel 1. Asal Tempat Pengambilan Sampel Air PAM
Tahun
No.
Asal sampel
1999
2000
2001
Jumlah
N
%
N
%
N
%
N
%
1.
Jakarta Pusat
10
7,69
13
8,61
21
14
44
10,21
2.
Jakarta Barat
1
0,77
2
1,32
3
2
6
1,39
3.
Jakarta Timur
5
3,85
8
5,30
10
6,67
23
5,34
4.
Jakarta Utara
85
65,38
70
46,36
72
48
227
52,67
5.
Jakarta Selatan
2
1,54
5
3,31
10
6,67
17
3,95
6.
Bekasi
25
19,23
33
21,85
21
14
79
18,33
7.
Depok
-
-
3
1,99
-
-
3
0,70
8.
Tangerang
2
1,54
17
11,26
13
8,67
32
7,42
Jumlah
132
100
151
100
150
100
431
100
Tabel 2. Hasil Pemeriksaan Fisik dan Kimia Sampel Air PAM di wilayah DKI Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi tahun 1999-2001
No.
Parameter
Satuan
Kadar Maksimal
Memenuhi Syarat
Tidak Memenuhi Syarat
Air Minum
Air Minum
N
%
N
%
Fisika
1
Bau
431
100
-
-
2
Kekeruhan
Skala TCU
15
423
98,14
8
1,86
3
Warna
Skala TCU
5
424
98,38
7
1,62
Kimia
4
Besi
mg/l
0,3
422
97,91
9
2,09
5
Kesadahan
mg/l
500
430
99,77
1
0,23
6
Klorida
mg/l
250
427
99,07
4
0,93
7
Mangan
mg/l
0,1
412
95,59
19
4,41
8
Nitrit
mg/l
1/3*
431
100
-
-
9
pH
6,5-8,5
431
100
-
-
10
Sulfat
mg/l
250
431
100
-
-
11
Zat organik/
mg/l
10
424
98,38
7
1,62
KMnO4
Kesimpulan
395
91,65
36
8,35
Keterangan : * Menurut Permenkes nomor 907/Menkes/SK/VII/2002
Media Litbang Kesehatan Volume XIV Nomor 3 Tahun 2004 17
Tabel 3. Hasil Pemeriksaan Fisika, Kimia Contoh Air PAM yang Tidak Memenuhi
Syarat Air Minum Berdasarkan Wilayah
Tak memenuhi syarat
Wilayah
Kekeruhan
Warna
Besi
Kesadahan
Klorida
Mangan
Zat Organik
Kesimpulan
No
N
%
N
%
N
%
N
%
N
%
N
%
N
%
N
%
0,23
4
0,93
1
5
1
0,23
1,16
0,23
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Jak-Pus
Jak-Bar
Jak-Tim
Jak-Ut
Jak-Sel
Bekasi
Depok
Tangerang
1
7
0,23
1,62
1
6
0,23
1,39
1
6
2
0,23
1,40
0,46
1
4
1
2
8
2
2
0,93
0,23
0,46
1,86
0,46
0,46
5
1
2
22
2
2
1
2
1,16
0,23
0,45
5,10
0,46
0,46
0,23
0,46
Total
8
1,85
7
1,62
9
2,09
1
0,23
4
0,93
19
4,41
7
1,62
36
8,35
Tabel 4. Hasil Pemeriksaan Air PAM Berdasarkan Tahun Pemeriksaan
No
Tahun
Memenuhi syarat
Air Minum
Tak Memenuhi Syarat
Air Minum
1.
1999
121
93,08
9
6,92
2.
2000
138
91,39
13
8,61
3.
2001
136
90,67
14
9,33
4.
Jumlah
395
91,65
36
8,35
dengan menggunakan tawas (alum), PAC (Poli Aluminium Chlorida), kaporit, karbon aktif, kapur, gas Cl, 11 untuk menghilangkan kekeruhan, menjernihkan air, mengurangi bakteri, mengatur pH, mengurangi kandungan kimia berlebih seperti besi dan mangan. Proses penyaringan dan pengendapan ini dapat memperbaiki kualitas air seperti pada penelitian yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Sumatera Utara, penyaringan dengan kerikil, pasir dan ijuk mampu memperbaiki kualitas fisik seperti warna dari 225 TCU menjadi 5 TCU, kekeruhan dari 70 NTU menjadi 2 NTU dan menurunkan kadar mangan dari 1,4 mg/l menjadi 0 dan besi dari 6,4 mg/l menjadi 0,12 serta kandungan bakteri kelompok umum dari 250 menjadi 30, kelompok koli dari 30 menjadi 15. 6 Proses aerasi dan penyaringan pasir juga dapat mengurangi kadar besi, mangan dan zat kimia terlarut seperti penelitian yang dilakukan oleh Sharma dkk . 6,12
Kualitas air PAM di Jabotabek tahun 1999-2001 relevan dibandingkan dengan dengan
air PAM DKI tahun 1991-1992 karena berasal dari sumber yang sama. Sumber PDAM DKI Jakarta berasal dari sungai Ciliwung, Krukut, Pesanggrahan, Saluran Sekunder Bekasi Tengah serta Banjir Kanal, mata air Ciburial, sungai Cisadane, Sungai Kalimalang dan sumur-sumur dalam yang dikelola oleh PDAM. 2,5
Kesimpulan
1. Wilayah Jakarta Utara (52,67%) merupakan jumlah asal sampel air yang terbanyak, diikuti dengan wilayah Bekasi (18,33%).
2. Secara umum kualitas fisik dan kimia, air PAM pada 5 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi, baik (91,65%), hanya 8,35% yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum.
3. Air PAM yang tidak memenuhi syarat secara fisik disebabkan kekeruhan (1,86%) dan warna (1,62%). Secara kimia disebabkan karena kadar mangan (4,41%),
18 Media Litbang Kesehatan Volume XIV Nomor 3 Tahun 2004
besi (2,09%) dan zat organik (1,62%) yang tidak memenuhi syarat.
4. Wilayah Jakarta Utara merupakan wilayah asal sampel air PAM yang tidak memenuhi syarat terbanyak (5,10%) diikuti Jakarta Pusat (1,16%).
5. Hasil pemeriksaan air PAM yang memenuhi syarat air minum pada tahun 1999 adalah 93,08%, tahun 2000 adalah 91,39% dan tahun 2001 adalah 90,67%. Persentasi hasil pemeriksaan air PAM ini mempunyai kecenderungan yang sama dari tahun 1999 hingga tahun 2001.
Saran
Disarankan untuk melakukan penelitian kualitas fisik air PAM dengan mengambil sampel pada sumber air PAM sebelum didistribusikan dan pada tiap wilayah, juga pada musim penghujan dan kemarau, sehingga dapat lebih menggambarkan kualitas fisik dan kimia air PAM.
Contoh air yang diperiksa di Lab. Kimia Puslitbang Farmasi dan Obat Tradisional dalam tahun 1999 – 2001, paling banyak berasal dari daerah Jakarta Utara.
Secara umum contoh air PAM yang diperiksa di Lab. Kimia Puslitbang Farmasi dalam tahun 1999 – 2001 berkualitas baik. Contoh air yang secara fisik dan kimia memenuhi syarat sebagai air minum 88,98%, sedangkan yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum 11,01%. Contoh air yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum pada umumnya disebabkan oleh kadar mangan (4,49%), besi (2,25%), kekeruhan (1,8%) zat organik (1,57%) yang tinggi, pH (3,15%) yang tidak memenuhi syarat. Ada beberapa contoh air yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum disebabkan karena beberapa kandungan kimia sekaligus yang tidak memenuhi syarat seperti kekeruhan, warna, besi dan mangan.
Hasil pemeriksaan fisik dan kimia air PAM jika dilihat berdasarkan tahun pemeriksaan menunjukkan air PAM yang memenuhi syarat sebagai air minum antar tahun tidak berbeda bermakna.
Kepustakaan
1. …………, “Musim Hujan Kebanjiran Kemarau Krisis Air. Kapan Akan Berakhir?”, Air Minum; 99 Oktober 2003; 4-5
2. Mariana Raini, MJ Herman, Nella Utama, Kualitas Fisik dan Kimia Air PAM DKI Jakarta tahun 1991 – 2001, , Cermin Dunia Kedokteran, 100, April 199550-52
3. ……….., Warga Konsumsi Air tak Layak, , Republika, 14 Mei2004, hal.3
4. Abrianto, Fenomena PDAM sebagai Layanan Publik, , Air Minum; 99 Oktober, 2003; 32.
5. Direktorat Jenderal PPM dan PLP, Departemen Kesehatan RI, Pelatihan Penyehatan Air, 1995.
6. Direktorat Jenderal PPM dan PLP, Departemen Kesehatan RI. Materi Pelatihan dan Pengawasan Kualitas Air dan Lingkungan Untuk Mendukung Pendekatan Partisipatori , 2000, 112-115
7. Heni Efendi, Telaah Kualitas Air, Kanisius, yogyakarta, 2003, 89, 152-153,166-167.
8. www//Drinking Water.Com//, stewart J.C., Lemley A.T, Weismiller R.A., Drinking Water standards and Health Effects.
9. Departemen Kesehatan RI, Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 416/Menkes/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum, Berita Negara RI, 1990.
10. Departemen Kesehatan RI, Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 907/Menkes/ VII/2002 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum.
11. Perpamsi, Direktori 2000, Jakarta 2000, 117-118, 124, 143-144.
12. Sharma S.K., Sebwato C., Petrusevki B., schippers J.C., Effec of groundwater quality on adsorptive iron removal, Journal of Water Supply : Reseach and Technology-AQUA, 2002, 51(4), 199-216.
Media Litbang Kesehatan Volume XIV Nomor 3 Tahun 2004 19

TITRASI REDOKS




TITRASI REDOKS

6.1. Reaksi Kesetimbangan Reduksi-Oksidasi
       yaitu terjadi dua reaksi setengah sel masing2 reduksi dan oksidasi.
       Contoh :  Ce4+  +  e                           Ce3+
                       Fe2+                                     Fe3+  +  e
                       Ce4+  +  Fe2+             Ce3+  +  Fe3+

       MnO4- + 8 H+ + 5 e                           Mn2+ + 4 H2O
                      Fe2+                                      Fe3+ +  e  ----------x5
      MnO4- + 8 H+ + 5 Fe2+                       Mn2+ + 5 Fe2+ + 4 H2O

      Cr2O7- + 14 H+ + 6 e                          2 Cr3+ +  7 H2O
                       Fe2+                                  Fe3+  +  e  ---------x6
      Cr2O7-  +  14 H+ + 6 Fe2+                  2 Cr3+ + 6 Fe3+ + 7 H2O


6.2. Kurva Titrasi
       Kurva titrasi redoks merupakan hubungan antara potensial sistem terhadap ml (volume) titran (zat penitrasi)
                         E     vs       mltitran

6.3. Contoh Soal :
       5,0 mmol garam besi (II) dilarutkan dlm 100 ml larutan H2SO4
       dan dititrasi dg larutan Serium(IV)sulfat 0,100 M. Hitung potensial dari sebuah elektroda inert dlm larutan pada penambahan Ce(IV) :
       a). 0 ml             b). 10 ml            c). 50 ml             d). 60 ml
       Diket : EoFe3+/Fe2+ = 0,771 V     ;  EoCe4+/Ce3+ = 1,61 V
       Jawab : Ada 2 setengah reaksi :
                     Fe3+ + e                     Fe2+           Eo = 0,771 V        oks
                     Ce4+ + e                    Ce3+           Eo = 1,61 V          red
        Dg perubahan konsentrasi ada 2 pers Nersnt :
                    E = 0,771 -  -----------------*)
                    E = 1,61 -  ------------------**)
       
  a). Titik awal : meskipun belum ada penambahan Ce4+ tapi telah teroksidasi oleh udara, anggap sebesar 0,1 % :
                      Fe2+ +  Ce4+                      Fe3+ +  Ce3+
                     99,9%                                      0,1%
       *)  E = 0,771 – 0,059 log   =  0,651 V
  b). Sebelum T E :
                 Fe2+ +  Ce4+                       Fe3+ +  Ce3+
                               4,0                                            1.0         1,0
         Karena   mmol Fe2+ > mmol Ce4+ maka
        *)  E = 0,771 – 0,059 log   = 0,751 V
   c). Pada T E :
                 mmol Fe2+ = mmol Ce4+
                 [Fe2+] = [Ce4+]      ;          [Fe3+] = [Ce3+]
                  E = 0,771 – 0,059 log   
                  E = 1,61 – 0,059 log  
              2  E = 2.361 – 0,059 log     
          2 E = 2,361 - 0,059 log 1 = 2,361 V                     E = 1,1805 V

                       Pada T E :         E =                    

       d). Setelah T E :
                             Fe2+  +   Ce4+                       Fe3+  +   Ce3+
             awal    :    5,0         6,0                          -             -
             reaksi  :   -5,0        -5,0                       +5,0       +5,0    
              stb      :     -             1,0                        5,0         5,0
             Karena mmol Ce4+ > mmol Fe2+ maka
           **) E = 1,61 – 0,059 log                              
                     = 1,61 – 0,059 log                
                     = 1,57 V

                              
   





                                                                                                                                                                                                       

                             


Kompresor dan Pompa



       MAKALAH
ALAT PENGATUR TEKANAN




                                                Disusun oleh :
Muhammad Fachry          114-11-0012                
Tubagus Adiyudha. D       114-11-0019
Adzan Fahrenza                114-11-0048
Fitrah Ulumuddin              114-11-0050


 HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK KIMIA
INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
Serpong
2012


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang:

Pada suatu pabrik kimia sangat diperlukan pemindahan suatu bahan baik berupa cairan maupun gas. Dalam pemindahan tersebut menggunakan alat  pengatur tekanan seperti pompa yang mempunyai definisi secara umum sebagai sebuah alat fasilitas pemindahan cairan berupa air atau campuran senyawa kimia yang berwujud cair ke tempat yang lebih tinggi, lebih rendah atau ke tempat yang hendak dituju. perpindahan ini menggunakan mekanisme dorongan dari mesin berupa elektro motor, engine dan tenaga listrik lainnya yang memutar impeler dalam pompa berputar mendorong cairan yang masuk ke dalam pompa tersebut. kecepatan dan kekuatan dorongan tergantung dari besar kecil pompa, diameter input output dan kekuatan tenaga pemutar yang digunakan selain pompa terdapat juga compressor yang mempunyai definisi yaitu sebagai alat mekanik yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan fluida mampu mampat, yaitu gas atau udara. tujuan meningkatkan tekanan dapat untuk mengalirkan atau kebutuhan proses dalam suatu system proses yang lebih besar (dapat system fisika maupun kimia contohnya pada pabrik-pabrik kimia untuk kebutuhan reaksi)


1.2  Tujuan :
1. Mengetahui alat pompa dan kompresor
            2. Mengetahui jenis-jenis pompa dan kompresor
            3. Mempelajari prinsip kerja pompa dan kompresor
           



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1         Kompresor

Kompresor adalah mesin untuk memampatkan udara atau gas. Kompresor udara biasanya mengisap udara dari atmosfir. Namun ada pula yang mengisap udara atau gas yang bertekanan lebih tinggi dari tekanan atmosfir. dikatakan kompresor bekerja sebagai penguat. Sebaliknya ada kompresor yang mengisap gas yang bertekanan lebih rendah dari tekanan atmosfir. Dalam hal ini kompresor disebut pompa vakum.


Jenis-jenis kompresor
Kompresor terdapat dalam berbagai jenis dan model tergantung pada volume dan tekanannya.
Klasifikasi kompresor tergantung tekanannya adalah :
1        kompresor (pemampat) dipakai untuk tekanan tinggi,
2        blower (peniup) dipakai untuk tekanan agak rendah,
3        fan (kipas) dipakai untuk tekanan sangat rendah.
Atas dasar cara pemampatannya, kompresor dibagi atas jenis :
1.      Jenis turbo (aliran)
Jenis ini menaikkan tekanan dan kecepatan gas dengan gaya sentrifugal yang ditimbulkan oleh kipas (impeler) atau dengan gaya angkat yang ditimbulkan oleh sudu-sudu.
2.      Jenis perpindahan (displacement)
Jenis ini menaikkan tekanan dengan memperkecil atau memampatkan volume gas yang diisap ke dalam silinder atau stator oleh sudu. Jenis perpindahan terdiri dari jenis putar (piston putar) dan jenis bolak balik (torak).



Beberapa jenis kompresor tersebut antara lain adalah :
1.      Kompresor piston satu tahap
2.      Kompresor piston dua tahap bentuk V
3.      Kompresor piston dua tahap kerja ganda
4.      Kompresor Membran ( Diaphragma )
5.      Kompresor Sudu Geser
6.      Kompresor Sekrup
7.      Kompresor Roots – Blower
8.      Kompresor Aliran (Turbin)

     Fungsi Kompresor
Dalam pembahasan siklus refrigeran pada sistem refrigerasi kompresi gas telah diketahui operasi kompresor. Maksud dari operasi kompresor adalah untuk memastikan bahwa suhu gas refrigeran yang disalurkan ke kondenser harus lebih tinggi dari suhu
condensing medium. Bila suhu gas refrigeran lebih tinggi dari suhu condensing medium (
udara atau air) maka energi panas yang dikandung refrigeran dapat dipindahkan ke condensing medium. akibatnya suhu refrigeran dapat diturunkan walaupun tekanannya tetap. Oleh karena itu kompresor harus dapat mengubah kondisi gas refrigeran yang
bersuhu rendah dari evaporator menjadi gas yang bersuhu tinggi pada saat meninggalkan saluran discharge kompresor. Tingkat suhu yang harus dicapai tergantung pada jenis refrigeran dan suhu lingkungannya.
Dilihat dari prinsip operasinya, maka kompresor dapat dibedakan menjadi dua yaitu :




a.        Mechanical Action
Yang termasuk dalam jenis ini adalah :
1.      Kompresor Torak
2.      Kompresor Rotary
3.      Kompresor Sekrup

Pada mechanical action compressor, efek kompresi gas diperoleh dengan menurunkan volume gas secara reciprocating

Gambar 1 Mechanical Action
Kompresor didesain dan dirancang agar dapat memberikan pelayanan dalam jangka panjang walaupun digunakan secara terus menerus dalam sistem refrigerasi kompresi gas. Untuk
dapat melakukan performa seperti yang diharapkan maka kompresor harus bekerja sesuai kondisi yang diharapkan, terutama kondisi suhu dan tekanan refrigeran pada saat masuk
dan meninggalkan katub kompresor.

b.   Rotary Action
Pada rotary action compressor, efek kompresi diperoleh dengan menekan gas yang berasal dari ruang chamber menuju ke saluran tekan yang berdiameter kecil untuk menurunkan volume gas.
Gambar 2 Aksi Mekanik Rotary Compressor


Kompresor Torak
Sesuai dengan namanya, kompresor ini menggunakan torak atau piston yang diletakkan di dalam suatu tabung silinder. Piston dapat bergerak bebas turun naik untuk menimbulkan efek penurunan volume gas yang berada di bagian atas piston. Di bagian atas silinder diletakkan katub yang dapat membuka dan menutup karena mendapat tekanan dari gas.
Jumlah silinder yang digunakan dapat berupa silinder tunggal misalnya yang banyak diterapkan pada unit domestik dan dapat berupa multi silinder. Jumlah silinder dapat mencapai 16 buah silinder yang diterapkan pada unit komersial dan industrial.


Pada sistem multi silinder maka susunan silinder dapat diatur dalam 4 formasi,
 yaitu :
1.      Paralel
2.      Bentuk V
3.      Bentuk W
4.      Bentuk VW
Gambar 3 Formasi Silinder kompresor
Operasi Piston dan Siklus Diagram Gambar 4 memperlihatkan hubungan antara posisi piston(torak) dengan operasi katub-katub kompresor ( katub hisap dan katub tekan ).

                                            Gambar 4 Siklus Operasi Kompresor

Katub Kompresor
Katub kompresor yang digunakan pada kompresor refrigerasi lebih cenderung ke : Pressure Actuated daripada ke : Mechanical Actuated. 192
Perhatikan lagi gambar 4 tentang siklus operasi kompresor torak. Pergerakan katub-katub kompresor baik katub pada sisi tekanan rendah (suction) dan katub pada sisi tekanan tinggi (discharge) semata-mata dipengaruhi oleh variasi tekanan yang bekerja pada kedua sisi tekanan tersebut.

Gambar 4 a, torak pada posisi titik mati atas, kedua katub menutup, karena tekanan pada ruangan silinder sama dengan tekanan discharge.

Gambar 4 b, saat piston mencapai posisi tertentu di mana tekanan pad ruang silinder lebih rendah dari pada tekanan suction, maka katub hisap akan membuka, dan refrijeran masuk ke ruang silinder.

Gambar 4 c, piston mulai bergerak dari titik mati bawah, bila tekanan ruang silinder lebih besar dari pada dengan tekanan suction maka katub hisap menutup.

Gambar  4 d, Ketika piston mencapai posisi tertentu, tekanan ruang silinder lebih besar dari tekanan discharge, maka katub tekan membuka,menyalurkan refrijeran ke condenseor.

Bandingkan sistem kompresi pada silinder motor bensin. Pergerakan katub-katubnya lebih ke mechanical actuated daripada pressure actuated. Demikian pula pada sistem kompresi kompresor udara biasa. Jadi katub kompresor refrigerasi memang berbeda dengan katub
kompresor pada umumnya dilihat dari actingnya. Oleh karena itu ada tuntutan khusus yang harus dipenuhi oleh katub kompresor refrigerasi.

Jenis Katub
Untuk memenuhi karakteristik tersebut di atas maka telah didesain dan dirancang secara khusus beberapa jenis katub yaitu :


1.      Katub Plat Ring (Ring Plate Valve / Disk Valve )
Gambar 5 memperlihatkan katub kompresor dari jenis ring plate valve. Katub ini terdiri dari dudukan katub (valve seat), satu atau lebih plat ring (ring plate), satu atau lebih pegas katub (valve spring) dan retainer. Platring-nya dicekam kuat oleh dudukan katub melalui pegas katub, yang juga berfungsi lain membantu mempercepat penutupan katub. Sedang fungsi retainer adalah memegang pegas katub pada selalu pada posisi yang benar dan membatasi pergerakkannya. Katub plat ring ini dapat digunakan untuk kompresor kecepatan tinggi dan rendah. Dapat pula digunakan sebagai katub suction dan discharge.
     Gambar 5 Perakitan Katub Plat Ring untuk Discharge



A.    Flexing Valve
Desain flexing valve yang digunakan pada kompresor ukuran kecil adalah yang lazim disebut sebagai flapper valve. Katub flapper ini terbuat dari lempengan baja tipis, yang dicekap kuat pada salah satu ujungnya sedang ujung lainnya ditempatkan pada dudukan katub tepat di atas lubang katubnya (port valve). Di mana ujung katub yang bebas akan bergerak secara flexing atau flapping untuk membuka dan menutup katub.
Seperti diperhatikan dalam gambar 6





Gambar 6 Prinsip Katub Flexing dari jenis Flapper
Gambar 7 Perakitan Katub Flapper untuk Katub Discharge
Gambar 7 Perakitan Katub Flapper untuk Katub Discharge 195 Seperti dierlihatkan dalam gambar 7, desain flapper biasanya digunakan untuk katub discharge dan sering disebut sebagai beam valve. Plat katubnya dipasang di atas lubang (port) melalui sebuah pegas yang terasang di tengah katub platnya sehingga plat katubnya dapat bergerak ke atas (membuka lubang katub). Gerakan turun dari plat katubnya semata-mata karena gaya pegas. Pegas katub ini juga berfungsi sebagai pengaman untuk mencegah bila ada cairan atau kotoran yang masuk ke lubang katub.

                                                   Gambar 8 Konstruksi Katub Flapper
 APLIKASI KOMPRESSOR
            Kompressor merupakan alat yang berguna untuk mengalirkan udara atau gas. Dimana fungsi ini sangat diperlukan dalam berbagai bidang. Beberapa aplikasi kompressor antara lain:
1. Pada Bidang Otomotif
1.      Pengkompressian udara untuk dimasukkan dalam reservoir yang akan digunakan untuk pengisian ban kendaraan.
2.      Untuk pengecatan semprot (dyco) pada dinding mobil, kapal laut, pesawat dll.
3.      Sebagai pengering dan pembersih dalm perbengkelan.

2. Pada Bidang Industri
1.      Dalam industri minuman botol dimana udara dalam botol dihampakan dengan daya isap kompressor.
2.      Industri pertambangan gas, gas akan diisap dengan kompressor untuk ditampung dalam reservoir dan untuk dilanjutkan pada aplikasi lainnya.
3.      Dalam pertambangan juga digunakan dalam pengeboran hidrolik dengan menggunakan gas yang bertekanan dari kompressor yang menekan mata bor.
3. Aplikasi Lainnya
1.      Digunakan dalam sistem pengkondisian udara untuk menaikkan temperature dan tekanannya.
2.      Digunakan dalam mekanisme turbo charge untuk memperbesar udara yangmasuk ke silinder.
3.      Digunakan dalam sistem pembangkitan listrik seperti pada PLTU dan PLTG.

2.2         Pompa  
Pompa adalah suatu alat yang berfungsi untuk memindahkan zat fluida dari suatu tempat ke tempat yang lain melalui suatu media perpipaan oleh gaya mekanik. Pompa dapat beroperasi oleh beberapa mekanisme ,dan membutuhkan energi agar mekanisme tersebut dapat bekerja, beberapa sumber energi yang di gunakan untuk mengoprasikan sebuah pompa yaitu seperti listrik, mesin, tenaga udara.
       Pompa memiliki dua kegunaan utama:
1        Memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lainnya (misalnya air dari aquifer bawah tanah ke tangki penyimpan air)
2        Mensirkulasikan cairan sekitar sistim (misalnya air pendingin atau pelumas yang melewati mesin-mesin dan peralatan)

            Komponen utama sistim pemompaan adalah:
1        Pompa (beberapa jenis pompa dijelaskan dalam bagian 2)
2        Mesin penggerak: motor listrik, mesin diesel atau sistim udara
3        Pemipaan, digunakan untuk membawa fluida
4        Kran, digunakan untuk mengendalikan aliran dalam sistim
5        Sambungan, pengendalian dan instrumentasi lainnya
6        Peralatan pengguna akhir, yang memiliki berbagai persyaratan


Fungsi Pompa

Pompa berfungsi untuk mengalirkan zat fluida dari suatu tempat ke tempat yang lain melalui system perpipaan, biasanya system operasi pompa menggunakan suatu mekanisme gerak.
Tekanan diperlukan untuk memompa cairan melewati sistim pada laju tertentu. Tekanan ini harus cukup tinggi untuk mengatasi tahanan sistim, yang juga disebut “head”. Head total merupakan jumlah dari head statik dan head gesekan/ friksi:

a)      Head statik
Head statik merupakan perbedaan tinggi antara sumber dan tujuan dari cairan yang dipompakan (lihat Gambar 2a). Head statik merupakan aliran yang independen (lihat Gambar 2b).

Head statik pada tekanan tertentu tergantung pada berat cairan dan dapat dihitung dengan persamaan perikut:

Head (dalam feet) = Tekanan (psi) X 2,31
Specific gravity
Head statik terdiri dari:
1.      Head hisapan statis (hS): dihasilkan dari pengangkatan cairan relatif terhadap garis pusat pompa. hS nilainya positif jika ketinggian cairan diatas garis pusat pompa, dan negatif jika ketinggian cairan berada dibawah garis pusat pompa (juga disebut “pengangkat hhisapan”)
2.      Head pembuangan statis (hd): jarak vertikal antara garis pusat pompa dan permukaan cairan dalam tangki tujuan.

b)      Head gesekan/ friksi (hf)
Ini merupakan kehilangan yang diperlukan untuk mengatasi tahanan untuk mengalir dalam pipa dan sambungan-sambungan. Head ini tergantung pada ukuran, kondisi dan jenis pipa, jumlah dan jenis sambungan, debit aliran, dan sifat dari cairan. Head gesekan/ friksi sebanding dengan kwadrat debit aliran seperti diperlihatkan dalam gambar 3. Loop tertutup sistim sirkulasi hanya menampilkan head gesekan/ friksi (bukan head statik).

Pompa Torak
Pompa torak merupakan bagian terbesar dari kelompok pompa desak dengan gerak bolak-balik. Pompa torak dapat dibagi menjadi beberapa bagian , antara lain sebagai berikut:
1.      Menurut cara kerjanya, (a) pompa torak kerja tunggal, (b) pompa torak kerja ganda.
2.      Menurut jumlah silindar yang dilaksanakan, (a) pompa torak silindar tunggal, (b) pompa torak silindar banyak.
Cara kerja pompa torak silinder tunggal
Bila torak bergerak ke atas maka cairan akan terhisap, jika torak bergerak ke bawah maka cairan akan tertekan. Karena torak selalu memilki kecepatan yang tidak tetap, maka pada pompa torak terjadi aliran zat cair yang tidak teratur. Pada awal dana akhir langkahnya, yaitu pada titik mati, torak berhenti sebentar dan torak itu mempunyai kecapatan terbesar pada bagian tengah langkahnya. Pada pompa torak satu silinder yang bekerja tunggal, yang penghisapan dan pengempaannya hanya terjadi pada satu sisi torak, pompa malah tidak mengeluarkan zat cair selam waktu tertentu.
Cara kerja pompa torak satu silinder kerja ganda
Pompa mempunyai sebuah silinder, sebuah torak, dua buah katup isap dan dua buah katup kempa. Bila torak bergerak ke kanan, maka katup isap akan tertutup dan katup kempa akan membuka. Zat cair yang berada di sebelah kanan sisi torak di kempa ke saluran kempa melalui saluran kempa
pompa-torak-kerja-tunggal1.jpg
Gambar 9 Pompa torak


APLIKASI POMPA
Pompa telah banyak digunakan orang sejak lama, mulai dari unit terkecil di rumah tangga sampai industri-industri besar. Penggunaan pompa yang semakin luas dari waktu ke waktu menyebabkan perkembangan pompa sangat pesat. Pada era sekarang ini berbagai macam bentuk pompa dengan berbagai keunggulannya telah banyak ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan produsen pompa. Sering kali suatu perusahaan membuat pompa tertentu yang hanya digunakan untuk aplikasi khusus. Mengingat banyaknya jenis pompa di pasaran, maka kejelian dalam memilih pompa menjadi syarat utama agar diperoleh kerja pompa yang optimum sesuai dengan sistem yang dilayani.
Dalam rumah tangga pompa banyak digunakan untuk memompa air dari sumur untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bidang pertanian pompa banyak digunakan dalam sisten irigasi untuk mengairi sawah-sawah. Dalam penyediaan air minum untuk masyarakat, pompa digunakan untuk mendistribusikan air minum dari PDAM ke rumah-rumah penduduk.
Dalam Indusrti kimia, seperti kita ketahui banyak sekali jenis zat cair baik kental maupun encer ( viskositas ), sifat korosif  sehingga kita harus tahu pemilihan pompa secara tepat.
Dalam industri minyak, pompa tidak hanya digunakan pada pengilangan tetapi juga digunakan pada penyaluran minyak ke pusat-pusat distribusi. Pada pusat pelayanan tenaga khususnya PLTU pompa digunakan sebagai pengisi air ketel (boiler feed pump). Selain itu juga digunakan untuk memompa kondensat (air yang diembunkan di dalam kondensor) ke pompa pengisi ketel (boiler feed pump) dan untuk mengalirkan air dingin ke kondensor. Pada gedung-gedung, pompa digunakan untuk mengalirkan air pendingin ke ruangan-ruangan dalam sistem AC sentral.
Pada industri makanan secara umum, kebersihan dalam proses produksi merupakan kebutuhan utama untuk mempertahankan kualitas produk. Oleh karena itu pompa-pompa yang dipakai dalam industri makanan harus tahan karat tanpa ada kebocoran minyak pelumas ke dalam makanan. Proses pembersihannya juga harus dibuat semudah mungkin. Dalam industri makanan banyak digunakan pompa saniter yang telah memenuhi syarat-syarat kebersihan dan kesehatan. Pompa ini digunakan untuk mengalirkan bahan-bahan mentah cair (belum mengalami proses produksi) dan juga produk-produk makanan cair .




BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
1.      Kompresor
Kompressor adalah Mesin untuk memampatkan udara atau gas. Kompressor merupakan Mesin fluida yang berfungsi untuk menaikkan tekanan dari fluida kerja (fluida kompresibel) yang melewatinya dengan cara memampatkannya guna memperoleh fluida yang bertekanan tinggi. Adapun jenis-jenis kompresor diantaranya, kompresor torak, kompresor torak dua tingkat sistem pendingin udara, kompresor diafragma, kompresor putar, kompresor sekrup, kompresor root blower, kompresor aliran dan kompresor aliran aksial. Prinsip kerja kompresor, secara umum biasanya mengisap udara dari atmosfer.

2.      Pompa
Pompa dapat beroperasi oleh beberapa mekanisme ,dan membutuhkan energi agar mekanisme tersebut dapat bekerja, beberapa sumber energi yang di gunakan untuk mengoprasikan sebuah pompa yaitu seperti listrik, mesin, tenaga udara. Jenis-jenis pompa diantaranya, yaitu: pompa sentrifuga, pompa desak, jets pumps, Air lift pumps, hydraulic pumps, elevator pumps dan electromagnetic pumps. Prinsip kerjanya yaitu memindahkan zat fluida dari suatu tempat ke tempat yang lain melalui suatu media perpipaan oleh gaya mekanik.